chapter ^ 17 : malaikat dan bidadaripun turut menangis
On the 9th day of the war
In a small planet called earth
Seorang gadis
Terpana
Melihat siaran
Berita
: Hari ke…
Sembilan ?
*****
Sebuah hati
Bertanya
Hari ke
Sembilan
: Artinya
Sembilan hari
Gedung gedung
Indah
Sembilan hari
Mereka merubah
Tawa menjadi
Tangis
Hidup menjadi
Mati
Hangat menjadi
Dingin
Sembilan hari
Mereka merubah
Sehat menjadi
Sakit
Cedera
Cacat
Damai menjadi
Sembilan hari
Mereka meledakkan
Bom
– Senjata
Amarah
– Dendam
Serakah
– Rakus
Tamak !
Sembilan hari…
Hati mereka
Membeku
: Adakah hati
Mereka
Terbuat dari bahan
yang
Berbeda
Dan karenanya
Tidak lagi
dapat
Merasa?
: Adakah hati
Mereka
Ukurannya
Berbeda
Sehingga
Tidak cukup
Besar
untuk
Menyimpan
Cinta ?
*****
Sembilan hari…
Gadis itu
menitikkan
~ Air mata…
*****
Dan…
Di atas sana
Para malaikat
Peri bersayap
dan
Bidadari
Turut
~ Menangis …
: Perih !
*****
Waspadalah dengan pemimpin yang
mengatakan “Mencintai kehidupan
membuat kita harus merampas hak-hak
orang lain!” Tapi pada kalian kukatakan
melindungi hak-hak orang lain adalah
perbuatan manusia paling mulia sekaligus
paling indah. Jika keberadaan hidupku
mensyaratkan untuk membunuh orang
lain, maka kematian lebih terhormat
untukku. Dan jika aku tidak dapat
menemukan seseorang untuk
membunuhku demi melindungi
kehormatanku, aku tidak segan-segan
mengakhiri hidup dengan tanganku
sendiri demi Keabadian, sebelum
keabadian datang.
( Kahlil Gibran )
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Behind the scene :
“Malaikat dan Bidadaripun Turut Menangis” diciptakan sebagai seruan untuk perdamaian yang universal, ’say no to war’ serta dukungan atas aksi kemanusiaan yang digagas mas Anjari : d’blogger untuk palestina - satu d’blogger sepuluh ribu rupiah .
Sumbangan bagi program d’blogger untuk palestina dapat dikirimkan melalui :
* Bank BCA Cabang KS Tubun, No.Rek. 526 021 7919 a.n. Laela Maisyarah
* Bank Mandiri Cabang Probolinggo, No.Rek. 143-000-520-3847 a.n. Dwi Arisanti
* Bank Syariah Mandiri Kantor Kas Al-Azhar, No.Rek. 1120000745, a.n. Achmad Iman Firmansyah
5 comments.
chapter ^ 18: nduk, tahukah kau… »« chapter ^ 16: mengapa darah harus mengucur lagi
Hosted by