chapter 16 ~ the snobs

15 May 2011

KENAPA sih, aku repot- repot membahas hal- hal yang sudah lama berlalu tentang suatu komunitas tertentu?

Ada banyak alasan mengenai itu.

Alasan yang terutama adalah karena, selama ini sebenarnya apa yang terjadi tak pernah dilihat secara berimbang, terutama sejak kemunculan buletin yang diselewengkan fungsinya itu. Jadi aku ingin membuat catatan tentang hal tersebut.

Selama ini berita datang dari satu pihak. Persepsi dibentuk oleh satu pihak.

Pihak yang menurutku justru merupakan pihak yang merusak kedamaian, menghancurkan suasana egaliter. Pihak yang entah atas dasar apa mengangkat diri sebagai penguasa, merasa menjadi kaum elite dan eksklusif yang lebih tinggi derajatnya dari yang lain.

Pihak yang sungguh, bagiku tak pernah jauh gambarannya dari gank- gank ala anak ABG, atau gank eksklusif yang petantang- petenteng di lingkungan dimana dia hadir, membungkus diri sebagai aktivis, membuat kegiatan ini itu yang seakan- akan ditujukan dan hasilnya akan dipetik oleh banyak pihak tapi sebenarnya pada dasarnya fokus perhatiannya hanya pada diri sendiri.

Kelompok ini tak ubahnya dengan gank yang biasa mengganggu dan memusuhi orang- orang yang tak bersedia bergabung, apalagi mengatakan sesuatu yang tak sepaham dengan mereka.

Definisi siapa anggota kelompok yang tak pernah jelas, bagiku sudah mengherankan.

Lebih mengherankan dan menggelikan lagi sebab ternyata diantara penggiatnya saja definisinya rupanya tak dipahami serupa.

Ada yang mengatakan bahwa kelompok ( atau ‘komunitas’ ) tersebut anggotanya adalah semua blogger yang bergabung di blogdetik, tanpa kecuali. Ada yang mengatakan bahwa anggotanya adalah orang- orang yang mendaftarkan diri. Ada yang mengatakan bahwa anggotanya adalah blogger dari mana saja ( lucu sekali ya? blogger dari mana saja itu, apakah artinya seluruh blogger di dunia adalah anggota komunitas ini? Ha ha ha )

Tidak masuk akal.

Tapi pada akhirnya aku memahami mengapa definisi itu kacau balau.

Sebab definisi tentang siapa anggota kelompok ini memang pada akhirnya akan berujung pada suatu hal: kepentingan pribadi. Apapun itu.

Definisi bahwa anggota komunitas ini adalah seluruh blogger yang memiliki blog di blogdetik akan dengan serta merta mengikat para blogger di blogdetik ( yang sebetulnya datang dan ngeblog di blogdetik atas kemauan sendiri, dan aku sungguh tak melihat juga upaya atau kontribusi mereka untuk menambah jumlah blogger di blogdetik ).

Akibatnya, blogger- blogger di blogdetik harus menginduk pada kelompok ini. Semua aturan main ditentukan oleh kelompok ini. Yang tak sepakat, dikeroyok hingga babak belur.

Mudah diduga, banyak orang memilih untuk diam dan atau bermanis- manis berbasa- basi. Mendekat pada ‘lingkaran kekuasaan’.

Di kemudian hari aku mendapati bahwa sebetulnya bahkan sebelum aku ( dan Kuti ) mengatakan hal- hal ini, sudah ada beberapa blogger lain yang mempertanyakan hal yang sama. Ada beberapa posting lama di beberapa blog yang aku temukan yang menunjukkan ketidakpuasan beberapa orang atas konsep dan cara pembentukan kelompok ini. Dan kudapati bahwa mereka juga ternyata dicaci- maki.

Artinya, memang tak pernah ada ruang untuk berpendapat diberikan.

Tentang dua definisi yang lain, menurutku juga penerapannya tak tepat.

Jika dikatakan bahwa anggota kelompok ini adalah anggota yang terdaftar, dan mendaftarnya sukarela, lalu mengapa blogger yang tak pernah terdaftar dan tak berminat mendaftar dipaksa- paksa untuk bergabung, dituduh tak hendak berkontribusi jika tak bersedia? Dan mengapa orang- orang yang bukan anggota terus menerus diusik dan dituliskan profilenya di buletin-salah-arah itu? ( lebih parah lagi, banyak fitnah dan isapan jempol ada di dalam tulisan- tulisan ini )

Definisi paling aneh adalah definisi ketiga yang mengatakan bahwa anggota komunitas ini adalah blogger dari mana saja, tak harus dari blogdetik.

Mudah dilihat bahwa bahkan definisipun dapat dibuat sekehendak hati sesuai dengan kepentingan yang mengatakannya. Mudah pula ditelusuri sejak kapan definisi anggota boleh dari mana saja itu muncul. Hal tersebut muncul ketika sudah mulai banyak suara negatif tentang kelompok ini naik ke permukaan dan ada blogger yang mengatakan keluar dari komunitas lalu membuat blog di luar blogdetik.

Blogger ini di kemudian hari menjilat ludahnya sendiri. Setelah riuh rendah membuat pengumuman kepindahan itu dan kawan- kawannya berkomentar ini dan itu, dia toh kembali dan tak ada yang berubah dari tingkah lakunya.

Semua itu sebenarnya yang membuat rasa antipati muncul.

Belum lagi, aku tak tahu ada berapa banyak blogger di luar lingkaran kekuasaan itu yang mengamati dengan cermat. Tapi sebenarnya tampak jelas bahwa mereka yang menyatakan diri sebagai pendiri, penggiat, pengurus atau apapun namanya dari kelompok ini sebenarnya adalah orang- orang yang selalu menikmati banyak fasilitas gratis yang diberikan.

Ticket menonton musik gratis, atau undangan acara ini itu, yang kemudian ceritanya dimuat di blog mereka, diberikan hanya pada kelompok eksklusif tersebut. Tapi, jika ada kegiatan yang membutuhkan tenaga dan/ atau dana, maka semua anggota diminta berpartisipasi. Ha ha ha.

Ada satu titik dimana pada akhirnya aku dan Kuti dengan terang- terangan mengatakan bahwa kami bukan anggota komunitas itu. Tak perduli apapun definisi yang mereka gunakan, kami katakan bahwa kami bukan anggota.

Hal tersebut kami lakukan sebab apa yang terjadi sungguh telah berada di luar batas kemampuan kami untuk bersabar. Pelecehan, penghinaan, kesewenang- wenangan yang terjadi, pemutar balikan fakta, hasutan- hasutan negatif dilakukan oleh mereka.

***

Aku paling tidak tahan melihat orang- orang sombong yang sok eksklusif. Apalagi jika mereka tanpa hati memamer- mamerkan diri.

Dan sungguh, sebenarnya aku akan lebih senang jika aku bisa menjauh saja dari kelompok yang bagiku tak lebih dari kelompok pemicu tawuran ini, tapi pada suatu hari, terpaksa aku memberikan komentarku lagi.

Yaitu saat mereka kembali membuat acara kopdar. Acara yang nyata- nyata sebenarnya acara pribadi tapi dipublikasikan sebagai acara komunitas.

Sebab apa yang terjadi saat itu bagiku sudah keterlaluan.

Saat itu mereka berkumpul untuk makan gratis di sebuah rumah makan, diberitakan dengan gegap gempita. Mudah diduga, undangan diberikan pada orang- orang tertentu saja. Tak pernah ada pengumuman terbuka atas kegiatan ini.

Pertanyaan bermunculan dari beberapa blogger yang berbeda di posting yang memuat berita itu tentang mengapa mereka tak tahu ada acara ini dan tak diundang.

Tak ditanggapi.

Sampai aku akhirnya mempertanyakan hal tersebut: ini sebetulnya acara pribadi atau komunitas?

Bagiku mudah, bila itu acara pribadi, fine. Tapi tak perlu membawa- bawa nama komunitas. Jika ini acara komunitas, lalu mengapa informasi diberikan hanya pada orang- orang tertentu yang dipilih saja?

Hasilnya?

Seperti yang sudah- sudah.

Komentarku segera ditanggapi. Negatif, tentu saja. Ha ha ha.

Orang- orang yang itu- itu juga tiba- tiba bermunculan mengomentari pertanyaanku.

Bagiku jelas sudah seperti apa kualitas mereka. Apa yang harus dikatakan tentang orang yang melecehkan dan merendahkan orang yang sedang bertanya dan mengatakan pendapatnya?

Dan aku mencatat bahwa ada orang, yang kebetulan lelaki, yang selalu muncul berkomentar negatif dalam kesempatan seperti itu.

Pengecut. Orang itu pengecut. Dia hanya selalu berani muncul jika ada dalam kelompok. Tak perlu lagi kukatakan apa pendapatku mengenai laki- laki semacam itu. Nol besar.

Yang lucu, tampaknya ada yang menduga bahwa aku berkomentar sebab aku ( ingin hadir tetapi ) tak diundang.

Ha ha ha. Salah besar salah besar.

Bukan itu yang aku pikirkan.

Aku berkomentar karena menurutku ada satu hal mendasar yang mereka lupakan.

Yaitu bahwa menurut pengamatanku akan ada X, Y, Z, para blogger yang konon anggota komunitas di luar sana yang menggigit jari dan meneteskan air liur sambil mengelus dada yang nyeri sebab walau konon mereka adalah bagian dari komunitas tapi mereka tak pernah dianggap layak menjadi bagian dari acara- acara semacam ini.

Aku tak mengerti bagaimana ada orang- orang yang tega tertawa- tawa tanpa mengingat bahwa ada blogger lain yang konon anggota komunitas yang karena keterbatasan ekonomi tak mampu makan di tempat itu mengetahui apa yang mereka lakukan tapi tak diajak ke acara itu.

Para blogger yang mungkin tak pernah mereka ingat namanya ini alih- alih diajak bergabung justru sengaja dipameri dan dibiarkan menjadi penonton yang diharapkan bertepuk tangan melihat mereka yang merasa kelompok eksklusif itu pamer di bawah gemerlap lampu

p.s: tentang definisi anggota yang tak jelas, aku sungguh ingin tahu, jika dilakukan pendaftaran secara sukarela, berapa sebenarnya blogger yang akan menyatakan diri sebagai anggota? berapa dari sekian puluh ribu blogger di blogdetik yang sebenarnya bagian dari mereka? ( atau berapa persen dari seluruh blogger di dunia yang bersedia mendaftarkan diri ke dalam kelompok ini? :mrgreen: )


TAGS the snobs a snob snobbery elite eksklusif tawuran gank


-

Author

Follow Me