• 15

    May

    chapter 16 ~ the snobs

    KENAPA sih, aku repot- repot membahas hal- hal yang sudah lama berlalu tentang suatu komunitas tertentu? Ada banyak alasan mengenai itu. Alasan yang terutama adalah karena, selama ini sebenarnya apa yang terjadi tak pernah dilihat secara berimbang, terutama sejak kemunculan buletin yang diselewengkan fungsinya itu. Jadi aku ingin membuat catatan tentang hal tersebut. Selama ini berita datang dari satu pihak. Persepsi dibentuk oleh satu pihak. Pihak yang menurutku justru merupakan pihak yang merusak kedamaian, menghancurkan suasana egaliter. Pihak yang entah atas dasar apa mengangkat diri sebagai penguasa, merasa menjadi kaum elite dan eksklusif yang lebih tinggi derajatnya dari yang lain. Pihak yang sungguh, bagiku tak pernah jauh gambarannya dari gank- gank ala anak ABG, atau gank ek
  • 24

    Apr

    chapter 15 ~ pendek pikir

    SAAT aku mulai menjadi komentator dan kemudian membangun blogku yang pertama, daunilalang, suasana ngeblog di blogdetik menyenangkan. Semua orang setara, dan suasana egaliter sangat terasa. Sayangnya, situasi tersebut tak berlangsung seterusnya. Beberapa bulan setelah itu, lingkungan berubah. Dimulai dari tradisi baru untuk kumpul- kumpul. Kopdar. Tak ada yang salah dengan kopdarnya sendiri. Sangat wajar bahwa orang- orang yang berkenalan di udara, atau melalui dunia maya pada suatu saat ingin bertemu secara fisik. Tak ada yang salah dengan melakukan silaturahmi dan mendekatkan hati dengan berkumpul semacam itu. Yang salah adalah karena kopdar itu sendiri diselewengkan maknanya. Yang salah adalah sebab kopdar itu alih- alih merekatkan justru malah menjadi sumber silang sengketa. Yang s
  • 21

    Apr

    chapter 14 ~ kerikil yang menghadang

    Penggalan kenangan pahit itu… RANGKAIAN pengalaman baru sehubungan dengan berkelanjutannya kegiatan ngeblog ternyata belum berakhir. Setelah blog daunilalang berdiri, aku masih tetap menjadi komentator di blog s3l. Dan persahabatanku dengan pemilik blog itu makin erat. Tentu saja, adalah sebuah konsekwensi logis bahwa ada banyak hal yang tidak, atau belum dibuka kepada publik tentang blog tersebut maupun blogger dibaliknya telah dibuka kepadaku. Rangkaian konfirmasi bahwa tulisan di blog s3l adalah fiksi, informasi tentang nama lengkap pemilik blog tersebut dan profesi serta lokasi tempat tinggalnya, sudah lama kuketahui. Dan walau aku tahu bahwa ada banyak orang yang sangat ingin mengetahui detail tersebut, aku tak berniat ataupun berminat memberikan informasi tersebut pada oora
  • 5

    Apr

    chapter 13 ~ hadiah yang manis

    AKU tersenyum membaca posting yang ditulis di blog padiemas yang mengatakan bahwa Meiy beruntung sebab tak sempat membaca blog s3l dulu sementara sebaliknya, jika saja aku tak membaca blog tersebut dulu maka rugi-lah yang terjadi, sebab tercebur tak sengaja membaca blog s3l dan menjadi komentator disanalah cikal bakal terbangunnya blog daunilalang, rumahkayu dan padepokanrumahkayu… Statement yang sulit dibantah sebab seperti yang telah ribuan kali kuceritakan memang hal begitulah sejarah terbentuknya blog daunilalang, rumahkayu dan padepokanrumahkayu… *** Jika dipikir- pikir, sebelum blog rumahkayu terbentukpun tanpa disadari sebetulnyaaku sudah ‘magang’ untuk membuat posting estafet dengan Kuti saat menjadi komentator di blognya itu, hal yang dikemudian hari kami
  • 2

    Apr

    chapter 12 ~ blog, komentar, persahabatan dan kejutan manis...

    Tentang masa- masa menjadi komentator itu MENJADI komentator di blog Kuti itu menyenangkan Kisah yang ditulis Kuti memang menggelitik. Walau gelitikan itu efeknya mungkin berbeda- beda bagi setiap orang. Tapi yang jelas, jumlah visitor blog itu memang tinggi. Kuti pernah mengatakan padaku bahwa rata- rata pengunjung blog s3lingkuh sekitar 300 per hari. Jika dilihat dari jumlah komentar yang muncul di setiap posting, rasanya masuk akal. Jumlah komentarnya puluhan, dan aku yakin itu memang murni sebab orang ingin berkomentar, bukan semata membalas blogwalking Kuti, he he. Begitulah, efek bahwa tulisan di sana menggelitik juga berdampak padaku. Rencana untuk hanya berkomentar sekali gagal total. Posting Kuti seringkali membuat aku gatal untuk membuat analisa dengan beragam cara. Kadangkal
- Next

Author

Follow Me